Chromebook 2024 Diduga Bermasalah, Anggaran Miliaran Rupiah Tersalurkan Tidak Tepat Sasaran, Pejabat Dikbud Lotim Diduga Berulah
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 3 Feb 2025

Oplus_131072
Idtimes. co.id/LOMBOK TIMUR – Program pembagian Chromebook tahun 2024 yang digulirkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali menuai masalah.
Diduga, program ini menyerap anggaran miliaran rupiah namun tidak tepat sasaran, dengan pembagian yang tidak merata di beberapa sekolah dasar di wilayah tersebut.
Sejumlah sekolah mengeluhkan pembagian Chromebook yang tidak sesuai dengan harapan, dengan jumlah unit yang diterima berkisar antara 10 hingga 15 unit per sekolah. Setiap unit Chromebook tersebut dihargai sekitar 7 juta rupiah, dan setiap paket juga mencakup satu unit adaptor.
Salah seorang pihak sekolah yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhannya, “Chromebook 15 unit dan adaptor 1 unit, tapi kami tidak mendapatkan penjelasan apapun dari Dinas Dikbud tentang adanya bantuan ini. Tiba-tiba saja barang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya,” ungkapnya.
Masalah ini semakin mencuat dengan munculnya pernyataan dari aktivis lokal, Hadi, yang mengkritisi kelakuan pejabat Dikbud Lotim. Menurut Hadi, kasus serupa juga terjadi pada tahun 2022-2023 yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh Kejaksaan. “Kasus tahun 2022-2023 belum tuntas, dan kini kembali muncul masalah yang sama dengan indikasi serupa di tahun 2024,” kata Hadi.
Dia menambahkan, “Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa anggaran sisa tahun 2023 justru terealisasi pada tahun 2024. Hal ini sangat mencurigakan dan patut untuk diperiksa lebih lanjut.”
Hadi juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut, yang menurutnya bisa jadi merupakan praktik yang tidak transparan di lingkungan Dikbud Lotim. “Kami menduga ada mafia proyek yang beroperasi di dalam Dinas Dikbud Lotim,” tegasnya.
Kadis Dikbud Lotim Izuddin bahkan lempar ke Sekdis Dikbud Lotim Dan ke Kabid SD Dikbud Lotim.
Dugaan semakin keras adanya indikasi Dugan korupsi.
Diterbitkan berita ini kadis Dikbud belum bisa memberikan keterangan yang pasti.
Kasus ini masih terus berkembang, dan masyarakat berharap pihak berwajib segera memberikan kejelasan serta memastikan bahwa dana publik digunakan sesuai dengan tujuan yang benar dan transparan.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar