Bupati Lotim H. Haerul Warisin Viral Menduni, Mahasiswa Kritik Respons DPRD Hanya Omon- Omon Baper di Medsos!
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 19 Jun 2025

Oplus_131072
IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR— Nama Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin atau yang akrab disapa H. Iron, menjadi sorotan setelah sebuah video viral memperlihatkan dirinya mengusir pemandu wisata (guide) asal Lombok Tengah di kawasan perairan Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Aksi tersebut menuai beragam reaksi publik. Salah satu yang angkat bicara adalah anggota DPRD Lombok Timur, Amrullah, melalui media sosial.
Ia mengaku geram dengan tindakan Bupati H. Iron yang dinilainya berpotensi memicu ketegangan antarwilayah kabupaten.
Amrullah juga menyoroti pentingnya komunikasi antarpemerintah daerah, serta meminta Bupati Lotim untuk memperbaiki infrastruktur destinasi wisata di wilayahnya sebagai solusi jangka panjang atas potensi konflik antar-guide lokal.
DPRD Lotim Jangan Hanya “Omon-Omon”.
Pernyataan Amrullah ini justru mendapat tanggapan kritis dari salahs satu mahasiswa di Lombok Timur.
Deni, salah satu mahasiswa yang aktif mengikuti isu-isu daerah, meminta agar semua pihak bersikap bijak dalam menyikapi situasi tersebut.
“Bupati H. Iron sudah memberikan klarifikasi atas insiden tersebut. Beliau turun langsung karena memang ada riwayat konflik antara guide Lotim dan Loteng di wilayah Ekas. Tujuannya adalah menyelesaikan konflik, bukan memprovokasi,” ujar Deni saat diwawancarai, Rabu (19/6/2025).
Deni juga menambahkan bahwa imbauan dari pemerintah desa setempat sebenarnya telah ada sebelumnya, namun kerap diabaikan.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif.
“Kita harus berpikir positif dulu. Jangan langsung menuduh atau membuat opini jika belum mengetahui permasalahan secara utuh,” jelasnya.
Kritik untuk Anggota DPRD.Lebih jauh, Deni menyoroti sikap anggota DPRD seperti Amrullah yang menurutnya justru memperkeruh suasana melalui unggahan di media sosial.
“Sebagai wakil rakyat, seharusnya beliau mendorong penyelesaian yang konstruktif, bukan malah menyampaikan keluhan di media sosial yang tidak membangun,” tegas Deni.
Ia bahkan menyebut respons anggota dewan tersebut sebagai “hanya omon-omon”, tanpa tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Kalau hanya eksis di media sosial tapi tindakan nol, itu bukan solusi. Kita butuh wakil rakyat yang bekerja, bukan yang baperan dan cari panggung,” tambahnya.
Upaya Mediasi Antar-Kabupaten, Diketahui, Pemkab Lombok Timur telah menyatakan kesiapannya untuk menjalin komunikasi dengan Pemkab Lombok Tengah guna meredakan ketegangan antar pelaku wisata di wilayah perbatasan.
Tujuannya adalah membentuk sinergi dan kolaborasi demi kepentingan pariwisata regional yang lebih sehat dan produktif.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar