Diduga Bawa Kabur Tabungan Siswa Ratusan Juta, Kepsek PAUD Anak Kita di Bagik Payung Terancam Dilaporkan Kepolisi
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 11 Jun 2026

Oplus_131072
IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR – Wali murid PAUD Anak Kita yang berada di Dusun Reriu, Desa Bagik Payung Induk, Kecamatan Suralaga, mempertanyakan kejelasan dana tabungan siswa yang diduga dibawa oleh oknum kepala sekolah. Nilai tabungan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan ini disebut telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir pada tahun 2026. Sejumlah wali murid mengaku telah beberapa kali mendatangi pihak sekolah untuk menanyakan waktu pembagian tabungan siswa.
Namun, menurut keterangan yang diterima wali murid dari pihak guru, dana tabungan tersebut dibawa oleh Kepala Sekolah berinisial RA dengan alasan akan disetorkan terlebih dahulu ke bank.
Tidak lama berselang, para wali murid kembali mempertanyakan kepastian pencairan tabungan tersebut. Saat itu, RA disebut menyampaikan bahwa rekening yang digunakan masih dalam kondisi terblokir sehingga dana belum dapat dibagikan kepada siswa.
Penjelasan tersebut justru memunculkan kecurigaan di kalangan wali murid. Mereka kemudian berupaya menghubungi RA melalui nomor telepon yang biasa digunakan, namun tidak dapat tersambung.
“Waktu itu kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan sudah ke Australia. Namun setelah dicari, ternyata informasinya berbeda dan disebut masih berada di rumahnya,” ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (11/6/2026).
Wali murid mendesak agar persoalan tersebut segera ditangani secara serius oleh pihak terkait. Mereka berharap dana tabungan siswa dapat dikembalikan dan ada kepastian hukum atas dugaan tersebut.
“Kami akan melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta kepada aparat penegak hukum agar kasus ini diproses lebih lanjut,” tegas wali murid tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah berinisial RA belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Upaya konfirmasi dari media masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan memastikan kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur juga belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyalahgunaan dana tabungan siswa tersebut.(Id)
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar