Ketua Umum Forum Pemuda Pemantau Kebijakan Lotim Soroti Dugaan Manipulasi Data Bantuan Digitalisasi Sekolah
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 19 Mei 2026

IdTimes.co.id/. LOMBOK TIMUR — Ketua Umum Forum Pemuda Pemantau Kebijakan Lombok Timur menyoroti dugaan manipulasi data dalam pengajuan bantuan digitalisasi sekolah ke pemerintah pusat.
Dugaan tersebut mencuat di tengah masih banyaknya sekolah rusak di Lombok Timur yang belum mendapatkan penanganan serius.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa program digitalisasi pendidikan sejatinya merupakan langkah positif pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta pemerataan akses teknologi di sekolah.
Namun, menurutnya, program tersebut akan kehilangan substansi apabila dalam pelaksanaannya terdapat praktik manipulasi data oleh oknum tertentu.
“Kami sangat menyayangkan apabila benar ada dugaan manipulasi data pengajuan bantuan digitalisasi sekolah, sementara masih banyak sekolah rusak yang justru belum tersentuh bantuan. Pendidikan tidak boleh dijadikan ruang permainan kepentingan,” tegasnya.
Ia menilai, apabila dugaan tersebut terbukti benar, tindakan itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap hak peserta didik untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan adil.
Forum Pemuda Pemantau Kebijakan Lombok Timur pun mendesak pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap proses pengajuan bantuan digitalisasi sekolah.
Selain itu, pihaknya meminta pemerintah pusat melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima bantuan agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
“Kami meminta seluruh proses penganggaran dan distribusi bantuan pendidikan dilakukan secara transparan dan terbuka kepada publik. Jangan sampai sekolah yang benar-benar membutuhkan justru terabaikan,” lanjutnya.
Ia juga menekankan agar pemerintah daerah lebih serius memprioritaskan penanganan ratusan sekolah rusak di Lombok Timur yang hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan.
“Ketika sekolah rusak diabaikan, tetapi data bisa dimanipulasi demi bantuan, maka yang sedang rusak bukan hanya bangunan sekolah, tetapi juga moral tata kelola pendidikan,” pungkasnya.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar