Kelangkaan LPG 3 Kg di Lotim Picu Kepanikan Warga, Bupati Haerul Warisin Keluarkan Cemeti Cambuk Tim Satgas Turun Selidiki!
- account_circle Admin
- calendar_month Rab, 8 Apr 2026

Oplus_131072
IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR, 8 April 2026 — Kelangkaan gas LPG 3 kilogram terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (8/4) pagi.
Kondisi ini memicu keresahan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas bersubsidi untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.
Berdasarkan pantauan di beberapa desa, termasuk wilayah Suralaga Induk, warga terlihat antre di kios pengecer. Namun, ketersediaan gas cepat habis, bahkan sebelum seluruh warga mendapatkan bagian.
Sejumlah warga mengeluhkan adanya pembelian dalam jumlah besar oleh individu tertentu. Dalam satu kejadian, terlihat ada pembeli yang membawa hingga 3–6 tabung sekaligus, sehingga warga lain yang hanya membawa satu tabung tidak kebagian.
Situasi ini memunculkan berbagai dugaan terkait penyebab kelangkaan. Di antaranya adalah potensi penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab, praktik pengoplosan gas subsidi ke tabung non-subsidi, hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat yang tidak diimbangi dengan distribusi yang memadai.
Selain itu, lonjakan permintaan juga diduga berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kebutuhan tambahan menjelang dan pasca Hari Raya Idulfitri. Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga diminta untuk mengkroscek dugaan penggunaan LPG 3 kg dalam jumlah besar oleh pelaku usaha tertentu, seperti peternak ayam potong yang disebut-sebut menyimpan puluhan tabung untuk operasional.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait potensi kelangkaan LPG sebelum Idulfitri. Menurutnya, respons cepat telah dilakukan guna mengantisipasi kondisi tersebut.
“Informasi terkait kelangkaan LPG 3 kg sudah kami terima sebelum Idulfitri. Pemerintah daerah kemudian merespons cepat untuk mengantisipasi kondisi pada H-3 hingga pasca-Idulfitri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan tetap tersedia. Hasil koordinasi tersebut menghasilkan tambahan kuota LPG yang langsung didistribusikan ke masyarakat.
Haraga saat ini terpantau rp.20-25 ribu rupiah namun masih terjadi ada nya kelimitan tabung gas melon ini.
Menanggapi hal itu, Bupati kembali menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengecekan lapangan serta menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran, termasuk praktik penimbunan atau permainan harga.
Haerul Warisin, terus memberikan cemeti ke tim yang sudah di buat agar segera turun untuk melihat kondisi apa yang menjadi penyebab nyanya limit.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok, khususnya energi rumah tangga, agar masyarakat tidak terus dirugikan oleh kondisi kelangkaan ini.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar