BPKAD Buol Buka Suara soal Proyek 2025 Belum Dibayar, Ini Penjelasannya | Idtimes
Breaking News
light_mode
Trending Tags

BPKAD Buol Buka Suara soal Proyek 2025 Belum Dibayar, Ini Penjelasannya

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Jan 2026

IDTIMES.co.id.|Buol – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buol, Moh. Kasim Ali, SE, memaparkan sejumlah kegiatan serta proyek pada Tahun Anggaran 2025 yang hingga penutupan tahun anggaran belum dapat direalisasikan pembayarannya.

Moh. Kasim Ali menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan akibat kelalaian ataupun ketidaksiapan pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban pembayaran, melainkan merupakan dampak dari penyesuaian fiskal yang harus dilakukan sesuai dengan regulasi pengelolaan keuangan negara dan daerah.

Ia menjelaskan, sejak APBD 2025 ditetapkan, seluruh program dan kegiatan telah dirancang dengan sumber pembiayaan yang jelas.

Namun dalam perjalanannya, pemerintah daerah dihadapkan pada kebijakan efisiensi fiskal secara nasional, di mana sekitar Rp85-86 miliar dana daerah dicadangkan oleh pemerintah pusat. Kebijakan ini berimbas langsung pada tidak tercapainya target pendapatan daerah.

“Sejak APBD 2025 ditetapkan, semua kegiatan sudah ada anggarannya. Namun di tengah perjalanan, sekitar Rp86 miliar dana daerah dicadangkan oleh pemerintah pusat, sehingga penerimaan daerah tidak mencapai target,” jelasnya.

Situasi tersebut berdampak pada sejumlah kontrak pekerjaan yang telah ditandatangani oleh penyedia jasa sebelum kebijakan pencadangan dana diberlakukan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengambil langkah-langkah antisipatif.

Sebagai upaya mitigasi risiko fiskal, pada 14 November 2025 Bupati Buol menerbitkan surat terkait langkah-langkah administratif dalam menghadapi akhir Tahun Anggaran 2025.

Surat tersebut ditujukan kepada seluruh OPD agar mengidentifikasi belanja modal yang berpotensi belum terbayarkan hingga 31 Desember 2025.

“Belanja yang belum terbayarkan tidak dibiarkan tanpa kejelasan. Seluruhnya direview dan divalidasi oleh Inspektorat, kemudian diakui sebagai utang pemerintah daerah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” tegas Moh. Kasim Ali kepada media, Kamis (8/1/26).

Ia mencontohkan salah satu penyedia, CV Sintomu Karya Utama, yang kewajibannya telah melalui proses review dan validasi oleh Inspektorat, dengan nilai sekitar Rp300 juta.

Nilai tersebut kemudian dimasukkan dalam mekanisme penganggaran untuk dibayarkan pada tahun anggaran berikutnya.

“APBD 2025 telah ditutup dan saat ini kita berada pada Tahun Anggaran 2026. Dalam praktik pemerintahan, utang yang diakui secara sah itu hal yang normatif dan biasa, yang penting dibayarkan sesuai aturan,” ujarnya.

Moh Kasim Ali juga menepis isu adanya diskriminasi atau perlakuan khusus dalam proses pembayaran kegiatan.

Ia menegaskan bahwa seluruh kewajiban daerah diperlakukan sama dan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.

“Tidak ada itu pilih-pilih. Tidak ada uang datang lalu hanya pihak tertentu yang dibayar. Semua mengikuti mekanisme yang sama,” tegasnya.

Secara keseluruhan, tercatat sekitar Rp21 miliar belanja daerah yang belum terbayarkan sebagai dampak langsung dari penyesuaian fiskal tersebut, dari total dana daerah yang dicadangkan pemerintah pusat sekitar Rp86 miliar.

Terkait komunikasi dengan para penyedia jasa, Moh. Kasim Ali menyampaikan bahwa BPKAD telah memfasilitasi dua kali pertemuan, yakni pertemuan awal dengan perwakilan penyedia dan pertemuan lanjutan yang melibatkan OPD teknis, khususnya Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Secara administratif, penanggung jawab kegiatan adalah kepala OPD masing-masing. Klarifikasi antara penyedia dan OPD teknis juga telah dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak 2 Januari 2026, BPKAD telah mengirimkan surat kepada seluruh OPD agar melaporkan SPM yang belum terbayarkan hingga akhir tahun anggaran sebagai dasar identifikasi dan verifikasi kewajiban daerah.

“Ini bukan persoalan tidak mau membayar. Pemerintah daerah tetap bertanggung jawab, tetapi pengelolaan keuangan harus taat aturan dan mekanisme,” tegasnya.

Menanggapi anggapan bahwa dirinya bersikap bungkam, Moh. Kasim Ali membantah hal tersebut. Ia menegaskan selalu terbuka terhadap konfirmasi, baik dari media maupun penyedia jasa.

“Saya tidak bungkam. Selama jam kerja saya ada di kantor, pintu terbuka. Teman-teman media dan penyedia bisa langsung datang dan konfirmasi,” pungkasnya.***

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait TPG Tak Kunjung Cair, Plt Kemenag Lotim Kesal Karena PNS Berkali-kali Dijelaskan Tidak Paham

    Terkait TPG Tak Kunjung Cair, Plt Kemenag Lotim Kesal Karena PNS Berkali-kali Dijelaskan Tidak Paham

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IDTIMES.Co.id|LOMBOK TIMUR – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur (Lotim) meluapkan kekesalannya terkait isu belum cairnya anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk Pengawas dan Guru PNS. Pihak Kemenag menyebutkan bahwa sudah berkali-kali menjelaskan hal ini, namun masih ada yang belum memahami situasi tersebut.   Plt Kepala Kemenag Lotim, H. Shulhi, dengan nada kesal mengatakan, “Berkali-kali […]

  • Langka, Tidak! Bukti Nyata Respon Cepat Bupati Haerul Warisin, 17 Ribu Tabung Per Hari Disalurkan

    Langka, Tidak! Bukti Nyata Respon Cepat Bupati Haerul Warisin, 17 Ribu Tabung Per Hari Disalurkan

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bergerak cepat merespons laporan kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang sempat dikeluhkan masyarakat.   Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memastikan adanya penambahan pasokan guna menjaga ketersediaan energi rumah tangga tersebut.   Penambahan pasokan dilakukan sebesar 17 ribu tabung per hari. Sebelumnya, distribusi LPG 3 kg di wilayah […]

  • Gubernur Sulteng Dorong Peradilan Hubungan Industrial di Morowali dan Morut

    Gubernur Sulteng Dorong Peradilan Hubungan Industrial di Morowali dan Morut

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2025
    • account_circle 𝘔𝘰𝘩 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘴𝘺𝘢𝘩
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si menerima audiensi perwakilan Federasi Nasional Pembela Buruh Indonesia (FNPBI) Sulawesi Tengah, Rizal, di ruang kerjanya, Jumat, (25/4/2025). Pertemuan tersebut membahas persoalan ketenagakerjaan yang mencuat di kawasan industri Morowali dan Morowali Utara. Turut hadir dalam audiensi itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng, Arnold Firdaus, serta Kabid PHIWASNAKER […]

  • Wagub Sulteng Soroti Tantangan Inflasi dan Pentingnya Kerjasama Antar OPD serta Tegaskan Hal Ini!

    Wagub Sulteng Soroti Tantangan Inflasi dan Pentingnya Kerjasama Antar OPD serta Tegaskan Hal Ini!

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • account_circle 𝘔𝘰𝘩 𝘙𝘪𝘢𝘯𝘴𝘺𝘢𝘩
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id|PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, menegaskan pentingnya pengawasan, penanganan kemiskinan, stunting, serta perhatian terhadap lansia dan HIV/AIDS sebagai bagian dari tugas pokoknya dalam pemerintahan. Dalam Rapat Koordinasi bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Gedung Pogombo, Kantor Gubernur, Selasa (4/3/2025), ia menyampaikan bahwa kinerja Pemprov Sulteng harus terus ditingkatkan, termasuk melalui […]

  • Pasokan Air Tak Mengalir Lima Hari, Warga Lima Desa Mengeluh, Direktur PDAM Sopyan Sebut Pihak Kami Masih Bekerja

    Pasokan Air Tak Mengalir Lima Hari, Warga Lima Desa Mengeluh, Direktur PDAM Sopyan Sebut Pihak Kami Masih Bekerja

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR – Pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Timur dilaporkan tidak mengalir selama lima hari berturut-turut ke lima desa, yakni Desa Songak, Desa Keselet, Desa Rumbuk, Desa Rumbuk Timur, dan Desa Sakra.   Gangguan distribusi air tersebut terjadi di tengah musim hujan dan memicu keluhan dari warga yang […]

  • Wujudkan Berani Murah, Gubernur Sulteng Kunjungi Food Station

    Wujudkan Berani Murah, Gubernur Sulteng Kunjungi Food Station

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    IDTIMES.co.id.|JAKARTA– Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat lewat langkah strategis, belajar dari Food Station di Jakarta untuk mendukung program unggulan Berani Murah. Dalam keterangannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat serius membangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mampu menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga sembako […]

expand_less