Dinas Peternakan Lombok Timur Luncurkan Sejumlah Inovasi Program Ternak
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 7 Okt 2025

IdTimes.co.Id/LOMBOK TIMUR – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur meluncurkan sejumlah program inovatif untuk memperkuat sektor peternakan dan meningkatkan ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Hultatang, dalam wawancara di kantornya menyampaikan bahwa salah satu program unggulan yang tengah dioptimalkan adalah SADAR (Satu Data Terpadu),07/10/2025.
Program ini bertujuan untuk mempermudah proses sensus dan pendataan ternak di seluruh desa dan dusun.
“Seringkali data ternak bermasalah dan tidak akurat. Lewat program ini, kami ingin memastikan data yang benar dan pasti, baik untuk unggas maupun sapi,” ujarnya.
Menurutnya, data ternak sangat penting untuk merancang program ketahanan pangan serta memenuhi kebutuhan MBG (Mandiri, Berdaulat, dan Gotong royong) di sektor peternakan. Perputaran ternak, khususnya sapi, sangat cepat, sehingga pembaruan data minimal dilakukan setiap bulan.
Selain SADAR, Hultatang juga memperkenalkan program edukasi bernama PENSIL (Peternak Pintar Petugas Berhasil).
Program ini mendorong peternak untuk lebih memahami kondisi ternaknya, mulai dari mendeteksi masa birahi, kebuntingan, cara penggemukan, hingga membaca pasar.
Program lain yang sudah berjalan adalah Posyandu Hewan, yaitu pos pelayanan hewan yang menyediakan inseminasi buatan (IB), vaksinasi, dan layanan kesehatan lainnya.
Untuk aspek pemasaran, Dinas juga meluncurkan program MANTEP (Marketing Ternak dan Produk). Program ini fokus pada peningkatan nilai jual ternak melalui pemahaman pola pasar.
Di sisi kesehatan hewan, program GENTAR (Gerakan Tetap Bebas Rabies) terus digalakkan untuk menjaga wilayah tetap bebas dari penyakit rabies.
Saat ini, populasi ternak sapi di Lombok Timur mencapai 140.000 ekor. Hultatang menegaskan pentingnya pemotongan sapi yang telah mencapai berat ideal, yakni sekitar 300 kg, guna mempercepat perputaran ekonomi peternakan.
“Kami mendorong sapi yang sudah layak potong untuk segera dipasarkan, dan tidak perlu menunggu kuota, sesuai koordinasi dengan pemerintah provinsi,” jelasnya.
Sementara itu, untuk unggas, saat ini produksi dinyatakan surplus. Hal ini didukung oleh kemitraan peternak lokal dengan dua perusahaan besar, yakni Charoen Pokphand dan Japfa Comfeed, yang memasok bibit ayam dan mendukung produksi jutaan ekor ayam setiap tahun.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar