1000 Km Tol Desa di Seluruh Kabupaten/Kota di Sulteng Rampung Hingga 2030
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 14 Mar 2025

Dr. H. Faidul Keteng, ST, M.Si, MT β Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tengah
IDTIMES.co.id|Palu – Dalam upaya mensukseskan sembilan program Sulteng Nambaso yang dicanangkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid-Reny A. Lamadjido, salah satu program unggulan bertajuk “Berani Lancar” menargetkan pembangunan 1000 km tol desa hingga tahun 2030. Program ini mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas PUPR Sulawesi Tengah, Dr. H. Faidul Keteng, ST, MSi, MT, dalam wawancara dengan IDTIMES di kantornya di Jalan Towua pada Selasa (12/3/2025), menyampaikan bahwa program pembangunan 1000 km tol desa di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah ditargetkan rampung dalam lima tahun ke depan.
“Insya Allah, kami akan menuntaskan proyek ini hingga tahun 2030. Program ini sangat mendesak dan menjadi harapan besar bagi masyarakat, terutama di pedesaan,” ujar Faidul Keteng.
Ia menegaskan bahwa Dinas PUPR sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis akan berusaha mewujudkan program tersebut dengan memanfaatkan anggaran secara efektif dan efisien sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
Saat disinggung mengenai daerah yang menjadi prioritas pembangunan tol desa pada tahun ini, Faidul menjelaskan bahwa kepastian lokasi akan ditentukan setelah rapat koordinasi dengan Bappeda.
Selanjutnya, hasil rapat tersebut akan dibahas bersama DPRD terkait penganggaran. Setelah itu, tim akan melakukan survei untuk menentukan daerah yang paling mendesak dibangun.
“Bapak Gubernur nantinya akan memutuskan lokasi dan kabupaten mana yang akan segera dilaksanakan. Selain itu, ada beberapa indikator yang menjadi pertimbangan utama, seperti desa tertinggal, desa berkembang, serta daerah dengan angka stunting tinggi.”
“Kami juga mempertimbangkan kepadatan penduduk dan akses jalan yang menghubungkan sentra produksi,” jelasnya melanjutkan.
Faidul juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur dalam menghadapi bencana. Menurutnya, penanganan bencana tidak selalu harus bersifat permanen, tetapi bisa dilakukan secara darurat sambil menunggu alokasi dana.
“Yang penting masyarakat bisa tetap melintas, apalagi menjelang arus mudik Lebaran nanti. Kelancaran mobilitas adalah prioritas utama,” katanya.
Faidul menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pembangunan 1000 km tol desa akan tetap berjalan sesuai program Sulteng Nambaso, di mana salah satu poin utama dalam nawacitanya adalah “Berani Lancar”.(Mir)
- Penulis: admin











Saat ini belum ada komentar