Dapat Gelar dari Raja, Bupati Buol: Kami Siap Bersinergi Bangun Buol Lebih Maju
- account_circle ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©
- calendar_month Sel, 4 Mar 2025

IDTIMES.co.id|Buol, – Bupati dan Wakil Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, MM – DR. Nasir DJ Daimaroto, SH,MH., mendapatkan gelar kehormatan “Ombuno Rlipu” dari Raja Buol, Safri Turungku, dikediaman kerajaan, Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, pada Selasa (4/3/2025).
Penyambutan Bupati dan Wabup Buol di rumah raja ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah Kabupaten Buol, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan tamu undangan lainnya.
Raja Buol, Safri Turungku, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Bupati Buol,. H. Risharyudi Triwibowo, dan Wakil Bupati, Nasir Daimaroto, yang telah resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Menurut Raja Buol, pelantikan pemimpin pemerintahan ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi masyarakat Kabupaten Buol yang telah memilih pemimpin mereka secara demokratis.
βSaya, selaku Raja Buol, bersama Dewan Adat serta seluruh rakyat Buol, dengan ini menegaskan bahwa pada hari ini, Selasa, 4 Maret 2025, Istana Raja Buol memberikan gelar adat kepada Bupati Buol. Pemberian gelar ini bukanlah hal yang terjadi begitu saja, melainkan melalui proses yang ketat, baik secara lahiriah maupun batiniah,” ujar Safri Turungku.
Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin di Buol tidak serta-merta mendapatkan gelar adat tanpa memenuhi berbagai persyaratan. Seorang pemimpin harus teruji dan memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang sesuai dengan tradisi masyarakat Buol. Salah satu nilai utama yang melekat pada seorang pemimpin adalah “Adam”, yakni kewibawaan seorang pemimpin.
βDengan sifat kewibawaan ini, seorang pemimpin dihormati, dipatuhi, dan disegani oleh seluruh rakyatnya. Sebaliknya, seorang pemimpin akan kehilangan kewibawaannya jika tidak menunjukkan kejujuran, ketegasan, serta mengkhianati amanah yang diberikan,β tegasnya.
Raja Buol juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus lurus, jujur, adil, dan konsisten dalam menjalankan amanah. Ia harus berani mengambil keputusan, tidak diskriminatif, memiliki integritas tinggi, serta menjauhi perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) maupun perbuatan tercela lainnya.
βBupati dan Wakil Bupati Buol yang saya muliakan, saya berharap gelar adat yang diberikan ini dapat menjadi motivasi untuk terus memegang amanah, tidak hanya dalam aspek formal ketatanegaraan tetapi juga dalam hukum adat. Ini adalah kesempatan untuk merenung dan meningkatkan kualitas kepemimpinan dengan sikap rendah hati demi kesejahteraan rakyat Buol,β pungkasnya.
Sementara itu, menanggapi pernyataan Raja Safri, Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas penyambutan hangat yang diberikan oleh Raja Buol, Ketua Dewan Adat, serta seluruh masyarakat Kabupaten Buol.
“Saya dan istri tercinta, bersama Wakil Bupati dan istri beliau, merasa terhormat bisa diterima di Kumarlic, Kerajaan Buol, pasca pelantikan kami oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 di Istana Negara Jakarta. Kami juga bersyukur setelah mengikuti retreat kepala daerah di Akmil Magelang, kini dapat kembali ke tanah Buol dengan penuh semangat untuk membangun daerah ini,” ujar Risharyudi dalam sambutannya.
Bupati Buol mengungkapkan bahwa penganugerahan gelar adat yang ia terima hari ini bukan sekadar simbol, tetapi juga membawa makna dan tanggung jawab besar bagi dirinya dan keluarganya.
“Gelar adat ini menunjukkan betapa luhur dan mulianya peradaban masyarakat Buol yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya. Ini menjadi pengingat bagi saya bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang administrasi pemerintahan, tetapi juga tentang menjunjung tinggi nilai-nilai warisan leluhur.”
“Oleh karena itu, sebagai Bupati, saya tidak hanya akan membuka pintu bagi komunikasi dengan Kerajaan dan Dewan Adat, tetapi juga akan sering berkonsultasi dengan Bapak Raja. Karena membangun Kabupaten Buol harus melibatkan semua elemenβpemerintahan, kerajaan, dewan adat, lembaga agama, dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Risharyudi menekankan pentingnya adat dan budaya dalam kehidupan masyarakat Buol. Baginya, adat adalah cerminan kearifan lokal yang mengajarkan nilai-nilai sopan santun, penghormatan, dan kebersamaan.
“Kita semua tahu bahwa adab lahir lebih dahulu daripada ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sebagai seorang anak dalam adat, saya akan sering datang menemui Bapak Raja untuk meminta nasihat, saran, dan pemikiran tentang bagaimana membangun Buol agar berkembang lebih cepat dibandingkan daerah lain,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Buol. Sebagai bentuk nyata dari komitmennya, ia berencana mengusulkan agar Bahasa Buol masuk dalam muatan lokal kurikulum SD dan SMP di Kabupaten Buol.
“Insyaallah, dengan pertolongan Allah Subhanahu Wa Taβala dan dukungan kita semua, saya dan istri tercinta, Shinta Andreningsih, bersama Wakil Bupati dan istri beliau, berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang amanah, bijaksana, dan membawa kesejahteraan serta kedamaian bagi seluruh masyarakat Buol,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Buol mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dalam membangun daerah agar semakin maju, mandiri, dan berdaulat.
“Kita harus bekerja dan berjuang bersama, menyatukan langkah dan pemikiran. Saya yakin, jika kita saling memahami dan bekerja dengan kebersamaan, apa yang kita cita-citakan akan terwujud. Mari kita wujudkan Kabupaten Buol yang berdaya saing, semakin maju, mandiri, berdaulat, lebih hebat, dan penuh berkah. Aamiin,” tutupnya.
- Penulis: ππ°π© ππͺπ’π―π΄πΊπ’π©











Saat ini belum ada komentar