LMND Lombok Timur Pertanyakan Komitmen Penegakan Hukum, Kritik Absennya Kajari dan Sekda
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 30 Jun 2026

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR– Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Lombok Timur menyayangkan ketidakhadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lombok Timur dalam Dialog Publik bertajuk “Membedah Tabir Gelap Hukum di Kabupaten Lombok Timur dan Tegakkan Supremasi Hukum”, Selasa (30/6/2026).
Kekecewaan atas absennya kedua pejabat tersebut mendorong massa EK LMND Lombok Timur menggelar aksi mimbar bebas di Perempatan BRI Selong sekitar pukul 19.00 WITA.
Dalam aksi itu, peserta menyampaikan sejumlah kritik terhadap penegakan hukum di Kabupaten Lombok Timur.
Salah seorang peserta aksi, Rengga, menilai ketidakhadiran Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur dalam forum dialog publik tersebut sebagai bentuk ketidaksiapan untuk berdiskusi dengan masyarakat.
“Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur tidak berani hadir di acara kami,” ujar Rengga dalam orasinya.
Ia juga menyampaikan kritik terhadap penegakan hukum yang menurutnya masih belum memberikan rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Ternyata memang benar hukum itu untuk masyarakat miskin saja, sedangkan orang berduit bisa terlepas dari hukum,” tegasnya.
Selain itu, Rengga mempertanyakan kinerja institusi Kejaksaan Negeri Lombok Timur, termasuk jajaran yang telah lama bertugas.
“Ada apa dengan Kepala Kejari yang baru? Bagaimana dengan jajaran yang sudah lama bekerja di dalam?” katanya.
Dalam orasinya, ia juga mengungkapkan bahwa LMND Lombok Timur akan mengumpulkan sejumlah data yang berkaitan dengan dugaan persoalan hukum di daerah tersebut untuk disampaikan kepada pengurus di tingkat pusat.
“Kami akan menyiapkan data-data yang nantinya akan kami serahkan ke pusat,” ujarnya.
Menurutnya, masih terdapat indikasi sejumlah perkara dugaan tindak pidana korupsi di Lombok Timur yang belum menunjukkan perkembangan penanganan secara signifikan.
“Ada indikasi kasus-kasus korupsi di Lombok Timur yang sebagian masih jalan di tempat. Ketidakhadiran Kepala Kejaksaan Negeri dalam acara kami semakin menimbulkan tanda tanya,” katanya.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar