Utsawa Dharmagita Pertama di Buol Resmi Digelar, Pemda Beri Dukungan Penuh
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026

IDTIMES.co.id.|Buol – Untuk pertama kalinya, Utsawa Dharmagita tingkat Kabupaten Buol digelar pada Sabtu (24/1/2026) di Desa Mooyong, Kecamatan Bukal.
Kegiatan keagamaan umat Hindu ini mendapat perhatian dan dukungan khusus dari Pemerintah Kabupaten Buol sebagai bagian dari upaya penguatan nilai spiritual, budaya, dan toleransi antarumat beragama.
Ketua Panitia Utsawa Dharmagita, I Wayan Ardiansyah, mengungkapkan bahwa sumber dana kegiatan berasal dari sumbangan sukarela umat dan para donatur yang tidak mengikat.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buol, panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril dan materil sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Para peserta dan hadirin kegiatan Utsawa Dharmagita. (Foto: istimewa)
Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo yang diwakili Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Kabupaten Buol, Wahyu Setyabudi, S.H., M.H., secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wahyu Setyabudi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia serta seluruh pihak yang telah berperan aktif menyukseskan pelaksanaan Utsawa Dharmagita perdana di Kabupaten Buol.
“Utsawa Dharmagita memiliki nilai strategis sebagai wahana pelestarian, penghayatan, dan pengamalan ajaran umat Hindu, khususnya melalui seni suara dan sastra suci Dharmagita,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Utsawa Dharmagita bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembinaan mental, spiritual, dan karakter, terutama bagi generasi muda umat Hindu.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berbudaya, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Pemerintah Kabupaten Buol sangat mendukung kegiatan keagamaan yang membangun kerukunan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Utsawa Dharmagita ini sejalan dengan visi Kabupaten Buol, yakni Buol Agamis, Agropolitan, Maju, dan Berkelanjutan,” tutupnya.
Kemudian, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Buol, Dr. Nurkhairi yang diwakili oleh Tenaga Penyuluh Umat Hindu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Utsawa Dharmagita tingkat Kabupaten Buol untuk pertama kalinya.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam penguatan kehidupan keagamaan umat Hindu.
“Saya menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Utsawa Dharmagita ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya dalam penguatan literasi kitab suci serta penanaman nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Dharmagita,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semakin mendalam pemahaman umat terhadap ajaran dan sastra suci, maka akan semakin tumbuh sikap damai, toleran, dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadikan ajang ini sebagai sarana saling belajar dan memperkaya pemahaman keagamaan. Kepada dewan juri, kami berharap dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berintegritas dalam menilai setiap peserta,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Harian PHDI Kabupaten Buol, I Wayan Sudadnya, menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan Utsawa Dharmagita secara berkelanjutan.
“Ke depan kami tetap berkomitmen melaksanakan kegiatan ini setiap tahun, meskipun dengan segala keterbatasan,” ungkapnya seraya berharap dukungan pemerintah daerah, baik secara moril, materil, maupun non-materil.
Ketua Lembaga Pengembangan Dharmagita (LPDG) Kabupaten Buol, I Wayan Jaya, menyampaikan bahwa pelaksanaan Utsawa Dharmagita ini menjadi tonggak awal kiprah LPDG di Kabupaten Buol.
“Hari ini LPDG mampu menyelenggarakan Utsawa Dharmagita tingkat kabupaten untuk pertama kalinya. Ini adalah awal bagi kami selaku pengurus,” katanya.
Ia menjelaskan tema yang diusung dalam kegiatan ini, yakni “Dharmagita dari Paramacastra Menuju Paramatattva”, yang bermakna dari ilmu pengetahuan sastra menuju filsafat.
“Saya menginginkan umat Hindu memiliki literasi kitab suci Weda, bukan kitab suci yang hanya tersimpan di lemari, tetapi hidup di suara dan di hati umat Hindu,” tegasnya.
Kepada para peserta, I Wayan Jaya berpesan agar menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan meningkatkan kualitas diri. Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dan profesionalisme dewan juri dalam memberikan penilaian.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Paruman Walaka Kabupaten Buol, I Wayan Gara, S.Sos., MKM, menilai Utsawa Dharmagita sebagai momentum penting dalam memperkuat jati diri umat Hindu sekaligus memperkokoh kerukunan di Kabupaten Buol.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji dewan juri kegiatan Utsawa Dharmagita.
“Utsawa Dharmagita bukan hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga membentuk karakter umat Hindu yang berlandaskan nilai-nilai dharma. Semakin mendalam pemahaman terhadap ajaran suci, maka semakin kuat pula sikap toleransi dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan semua pihak, karena sejalan dengan semangat kebhinekaan dan persatuan di Kabupaten Buol.
Di akhir kegiatan, Kepala Desa Mooyong, Sunarman, berharap melalui Utsawa Dharmagita, umat Hindu dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan serta menjaga toleransi antarumat beragama.
“Dengan toleransi yang terjaga, kami berharap wilayah Desa Mooyong dan Kecamatan Bukal tetap aman, damai, dan harmonis,” pungkasnya.

Acara ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya Utsawa Dharmagita, dilanjutkan dengan pembacaan sumpah janji dewan juri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Buol, Ryan Nathaniel Kwendi, anggota Komisi I DPRD Buol sekaligus Ketua Paruman Walaka Kab. Buol, I Wayan Gara, S. Sos MKM, Kepala Desa Mooyong, Sunarman, Ketua PSN Korda Buol, Ketua FKUB Kabupaten Buol, Kepala Kemenag yang diwakili penyuluh umat Hindu, Danramil Bokat/Bukal, Bhabinkamtibmas Bokat/Bukal, Camat Bukal atau diwakili, para peserta Utsawa Dharmagita, serta umat Hindu se-Kabupaten Buol.***
- Penulis: admin











Saat ini belum ada komentar