Bupati Lombok Timur Temui Perwakilan Massa Aksi, Tegaskan Tidak Anti Kritik Sampaikan Aspirasi Dengan Baik
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026

IdTimes.co.id/ LOMBOK TIMUR— Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menerima perwakilan massa aksi di Pendopo Bupati Lombok Timur, Jumat (23/01/2026) sekitar pukul 09;30 wita.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Edwin Hadiwijaya serta Sekretaris Daerah Lombok Timur Juaeni Taoufik.
Dalam pertemuan itu, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melarang aksi demonstrasi.
Menurutnya, aksi mahasiswa justru menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada.
“Saya sering sampaikan, jangan larang orang demo. Adik-adik mahasiswa yang demo ini sebagai pengingat kita. Tolong demo saya, karena dari situ saya bertanya apa yang perlu kita evaluasi,” ujar Haerul Warisin.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah memahami kondisi pariwisata di Lombok Timur sejak sebelum adanya aksi demonstrasi.
Terkait aksi sebelumnya, Bupati menjelaskan bahwa pada hari pertama demonstrasi dirinya berada di lokasi, namun karena ada kegiatan mendadak, ia menugaskan Sekda untuk menemui massa aksi.
“Kalau demo jilid II, saya tidak pernah tahu ada demo hari Kamis kemarin karena tidak ada yang memberi tahu saya,” katanya.
Haerul Warisin menambahkan, setiap aspirasi yang disampaikan melalui aksi demonstrasi selalu dicatat oleh pemerintah daerah. Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas adanya korban luka dalam aksi tersebut.
“Saya sangat prihatin adanya korban yang luka kemarin. Kepentingan saya satu, bagaimana Lombok Timur ini maju, aman, dan damai,” tegasnya.
Ia juga menekankan perbedaan antara aksi demonstrasi dan audiensi. Menurutnya, audiensi biasanya hanya dihadiri oleh beberapa perwakilan, sehingga tidak memungkinkan untuk menerima ratusan orang sekaligus di pendopo.
“Surat demo dan audiensi itu beda. Kalau audiensi pasti beberapa perwakilan yang hadir, tidak seperti yang disampaikan ingin ditemui ratusan orang lebih,” jelasnya.
Terkait persoalan pariwisata di Labuhan Haji, Bupati menegaskan bahwa kebijakan berada langsung di tangannya, bukan pada staf khusus maupun Kepala Dinas Pariwisata. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat yang datang langsung menyampaikan masukan kepadanya.
“Ini murni pandangan saya. Sudah ada catatan terkait kinerja Kepala Dinas Pariwisata,” ujarnya.
Haerul Warisin juga menepis adanya tim tertentu yang mengatasnamakan dirinya. “Bukan ada tim juga. Kalau ada yang mengaku-ngaku tim, saya juga bingung,” katanya.
Menutup pernyataannya, Bupati Lombok Timur menegaskan bahwa dirinya bukan pemimpin yang anti kritik, meski dikenal memiliki karakter tegas.
“Saya mungkin bupati yang paling ‘gila’, keras, tapi bukan anti kritik. Saya tidak butuh disanjung, lebih baik saya didemo,” pungkasnya.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar