Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Lotim, Bupati Soroti Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 23 Sep 2025

IdTimes.Co.Id/LOMBOK TIMUR–Isu kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon di wilayah Lombok Timur belakangan ini menjadi sorotan masyarakat.
Banyak warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas tersebut dan menduga kelangkaan dipicu oleh tingginya penggunaan LPG oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah daerah.
Menanggapi keresahan tersebut, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengambil langkah tegas. Dalam rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, Senin (22/9).
Bupati secara khusus menyoroti pemanfaatan gas elpiji 3 kg, terutama oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG.
Bupati Haerul memerintahkan Satpol PP untuk segera melakukan pemantauan dan pendataan penggunaan gas elpiji 3 kg oleh unit-unit pelaksana program MBG.
“Kita harus pastikan bahwa gas elpiji 3 kg yang merupakan hak masyarakat miskin tidak terganggu distribusinya karena adanya program pemerintah,” tegas Bupati.
Pemda juga akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat guna memperjelas status hukum dan operasional SPPG—apakah tergolong sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau bukan.
Hal ini penting karena subsidi gas elpiji 3 kg secara peruntukan hanya ditujukan bagi rumah tangga miskin dan pelaku UMKM.
Langkah pengawasan ini diambil untuk memastikan ketersediaan dan distribusi gas elpiji 3 kg tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.
Pemkab Lombok Timur berkomitmen untuk tetap menjalankan program MBG secara optimal, namun tetap memperhatikan kebijakan subsidi agar masyarakat yang berhak tidak dirugikan.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar