LASKAR NTB Lotim Datangi Dinas Kesehatan Lombok Timur, Soroti APAR Expired dan Non SNI
- account_circle Admin
- calendar_month Ming, 20 Apr 2025

Idtimes.co.id/LOMBOK TIMUR– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Advokasi Kerakyatan Nusa Tenggara Barat (LASKAR NTB) Kabupaten Lombok Timur menggelar audiensi bersama Dinas Kesehatan Lombok Timur, Kamis (17/4/2025).
Audiensi ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan di fasilitas layanan kesehatan, khususnya terkait temuan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sudah kedaluwarsa (expired) dan tidak memenuhi standar SNI.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua LASKAR NTB Lotim, Ajem, mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya APAR yang tidak layak pakai di rumah sakit maupun puskesmas di Lombok Timur.
Ia menyebut bahwa mayoritas APAR yang ditemukan sudah melewati masa berlaku dan tidak memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), yang tentu sangat membahayakan keselamatan dalam kondisi darurat seperti kebakaran.
“Bisa dikatakan semua APAR yang ada di rumah sakit maupun di puskesmas sudah expired dan non SNI.
Di beberapa puskesmas, kami telah mengambil bukti langsung dan menyerahkannya kepada pihak Dinas Kesehatan saat audiensi pagi tadi. Kami minta agar seluruh sarana dan prasarana (SARPAS) dievaluasi karena ini jelas tidak bekerja sesuai fungsi dan tugasnya,” tegas Ajem.
Kekhawatiran LASKAR NTB terbukti tak lama setelah audiensi berlangsung. Sekitar pukul 12 siang, terjadi kebakaran pada sebuah mobil ambulans milik Dinas Kesehatan Lombok Timur.
APAR yang tersedia di lokasi tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga pemadaman baru berhasil dilakukan setelah petugas pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi.
Insiden tersebut semakin menguatkan urgensi yang disampaikan LASKAR NTB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alat keselamatan kebakaran di fasilitas kesehatan.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aris, menyambut baik masukan dari LASKAR NTB.
Ia mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pelayanan dan keselamatan di rumah sakit maupun puskesmas.
“Kami sangat terbantu dengan teman-teman dari LASKAR NTB yang peduli terhadap pelayanan dan keselamatan, terlebih ini berkaitan dengan bahaya kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. APAR adalah perlengkapan wajib yang harus tersedia dan dalam kondisi baik. Masukan dari LASKAR NTB akan kami catat dan jadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ke depan,” ujarnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, untuk melakukan pembenahan terhadap peralatan keselamatan yang ada di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Lombok Timur. Keselamatan pasien dan tenaga medis harus menjadi prioritas utama.(Id).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar