PMK Kembali Mengintai Ternak Warga di Lombok Timur Dinas
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 23 Jan 2025

Oplus_131072
IDTIMES.co.Id| LOMBOK TIMUR – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur melakukan upaya antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.
Penyakit ini, yang kini telah mengancam peternakan di berbagai daerah, mulai ditemukan di sejumlah lokasi di Lombok Timur, meski tingkat keparahannya relatif lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Lombok Timur, Hultatang, menyebutkan bahwa wabah PMK tidak hanya menyebar di Lombok Timur, namun juga secara nasional.
Menurut Hultatang, wabah PMK yang muncul pada Desember tahun lalu di Pulau Jawa, terutama di Jawa Timur, cukup signifikan.
Hal ini menyebabkan pemerintah pusat mengambil langkah konsolidasi untuk memerangi penyebaran penyakit ini di seluruh provinsi, termasuk di Lombok Timur.
“Pada Desember tahun kemarin muncul wabah di Pulau Jawa Timur yang sangat signifikan, hal tersebut membuat pemerintah pusat mengkonsolidasi di semua provinsi termasuk kita,” ungkap Hultatang, saat diwawancarai di kantornya pada 22 Januari 2025.
Meskipun kasus PMK di Lombok Timur terbilang tidak terlalu signifikan, setidaknya terdapat 40 ternak yang terpapar penyakit tersebut. Hultatang menjelaskan bahwa 35 dari 40 ternak yang terinfeksi PMK telah sembuh, sementara 5 ternak lainnya masih dalam tahap penyembuhan.
Untuk mengendalikan penyebaran penyakit, Dinas Peternakan Lombok Timur telah melaksanakan vaksinasi sejak 17 Januari 2025 di seluruh kecamatan.
“Kami mendapatkan jatah 40.000 dosis vaksin yang akan diberikan secara bertahap. Saat ini, kami sudah menerima 5.000 dosis, dan 2.500 dosis sudah digunakan,” terang Hultatang.
Hultatang juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik jika ternaknya terpapar PMK, karena penyakit ini dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Ia menegaskan agar peternak tidak terburu-buru menjual ternak yang sakit, dan lebih baik segera melakukan vaksinasi preventif agar ternak terlindungi dari penyakit ini.
“Sebenarnya, kalau ternak masyarakat sakit, jangan khawatir, itu bisa disembuhkan. Jangan terburu-buru menjual. Masyarakat juga harus proaktif, jangan menunggu ternaknya sakit, vaksinasi harus dilakukan dari awal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hultatang menekankan pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyebaran PMK, dan memastikan masyarakat tahu bahwa layanan vaksinasi diberikan secara gratis oleh pemerintah, melalui puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan).
“Bagi masyarakat yang ternaknya belum divaksin, segera vaksin, karena kami memiliki dokter hewan dan fasilitas yang siap memberikan pelayanan gratis dengan bantuan dari pusat,” tegasnya.
Dengan upaya cepat tanggap ini, diharapkan penyebaran PMK dapat dikendalikan dan peternakan di Lombok Timur tetap terlindungi dari ancaman wabah tersebut.(TT).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar