Beredar Video Kekerasan Fisik Siswi SMPN di Lombok Timur, Pihak Sekolah Diduga Paksa Korban Minta Maaf
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 16 Des 2024

IDTIMES.Co.id|LOMBOK TIMUR – Sebuah video yang menunjukkan kekerasan fisik yang dialami oleh seorang siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Lombok Timur tengah beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat beberapa siswi yang terlibat dalam insiden tersebut di dalam ruang kelas.
Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika pelaku diduga menyindir penampilan fisik korban. Korban yang merasa tersinggung menjawab sindiran tersebut dengan bahasa santun, namun pelaku yang emosi malah melakukan tindakan kekerasan fisik bersama beberapa rekannya terhadap korban.
Tak hanya itu, terdapat dugaan bahwa pihak sekolah, melalui guru, menekan korban untuk meminta maaf kepada pelaku kekerasan. Dugaan ini mendapat perhatian luas dari masyarakat setelah video tersebut viral.
Kepala Sekolah SMPN 1 Keruak, Anwar, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa insiden itu terjadi di lingkungan sekolah antara teman sebaya. “Kejadian ini terjadi di dalam kelas antara teman-teman sendiri,” ujar Anwar, Senin (16/12/2024).
Menurut Anwar, kasus tersebut telah diselesaikan pada hari Rabu lalu melibatkan pihak korban, pelaku, sekolah, dan kepolisian.
“Sudah tuntas pada hari Rabu kemarin, melibatkan pihak korban, pelaku, sekolah, dan kepolisian,” tambahnya.
Anwar juga menyatakan bahwa pihak korban dan pelaku telah mendapatkan pendampingan psikologis dari PPA Lombok Timur pada hari Sabtu.
“Saat ini, kami sedang berupaya meminta take down video yang beredar di media sosial,” katanya.
Di sisi lain, Anwar menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menekan korban untuk meminta maaf.
“Tidak benar bahwa kami menekan korban untuk meminta maaf. Kami hanya ingin memastikan agar permasalahan ini diperhatikan dengan serius,” tandasnya.
Sebagai langkah selanjutnya, sekolah dan pihak terkait terus berkoordinasi untuk memberikan pendampingan lebih lanjut kepada siswa yang terlibat, agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.(IM).
- Penulis: Admin











Saat ini belum ada komentar